Dunia kecerdasan buatan (AI) kembali dihebohkan dengan kontroversi terbaru. Kali ini, perusahaan AI asal Tiongkok, DeepSeek, dituding menggunakan output dari Google Gemini untuk melatih model AI mereka sendiri, DeepSeek R1-0528.
Seorang pengembang AI bernama Sam Paech menemukan bahwa gaya bahasa dan pola respons DeepSeek R1-0528 sangat mirip dengan Gemini 2.5 Pro. Dalam sebuah unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), ia menyebut bahwa DeepSeek kemungkinan telah beralih dari menggunakan data OpenAI ke data dari Google Gemini.
Selain itu, komunitas AI juga menemukan pola "jejak pemikiran" DeepSeek yang menyerupai cara kerja Gemini. Meski belum ada bukti teknis yang final, kesamaan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang etika dan transparansi dalam pelatihan AI.
DeepSeek sebelumnya juga pernah dituduh menggunakan data dari ChatGPT untuk melatih model mereka. Bahkan, laporan dari Financial Times dan Bloomberg menyebut bahwa OpenAI dan Microsoft menemukan indikasi bahwa DeepSeek menggunakan teknik distilasi, yaitu metode pelatihan AI dengan meniru output dari model yang lebih besar seperti GPT atau Gemini.
Jika tuduhan ini benar, maka DeepSeek bisa menghadapi masalah hukum dan etika. OpenAI sendiri melarang keras penggunaan output model mereka untuk membangun AI pesaing. Selain itu, semakin banyaknya konten AI yang beredar di internet membuat data pelatihan semakin sulit untuk disaring, sehingga risiko "kontaminasi" semakin besar.
Kasus ini membuka diskusi lebih luas tentang etika, transparansi, dan kepemilikan data dalam era AI generatif. Apakah DeepSeek benar-benar menggunakan output Google Gemini? Sampai ada bukti yang lebih kuat, perdebatan ini masih akan terus berlanjut.
Source : inet.detik.com