CEO Grab Anthony Tan—dalam sebuah memo kepada karyawannya—menerangkan rencana perusahaan yang dipimpinnya menerapkan sederet pemangkasan biaya di tengah ketidakpastian perekonomian.
Langkah yang diambil Grab adalah:
- Menangguhkan kenaikan gaji karyawan di level senior manajer.
- Memangkas anggaran perjalanan dinas.
- Menghentikan rekrutmen di sebagian besar posisi untuk sementara.
Dilansir dari Reuters, Anthony melalui memo tersebut menjelaskan bahwa ini merupakan keputusan yang sulit, tetapi dirinya menekankan Grab perlu mengadopsi “pola pikir yang hemat dan hati-hati” saat memasuki 2023.
“Kami mengambil langkah proaktif untuk mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian di tahun 2023. Kami berkomitmen untuk melaksanakan rencana kami menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabel,” tulis perwakilan Grab dalam pernyataannya kepada Tech in Asia, dikutip Jumat (16/12).
Dalam siaran persnya bulan lalu, CFO Grab Peter Oey menyampaikan bahwa unicorn ini akan terus fokus pada penghematan kas dan optimalisasi biaya di kuartal mendatang.
Grab—berdasarkan nilai EBITDA yang disesuaikan—pada kuartal III/2022 berhasil menekan kerugian 24 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US$161 juta (sekitar Rp2,5 triliun).
Pendapatan perusahaan naik 143 persen yoy menjadi US$382 juta (sekitar Rp5,9 triliun). Nilai penjualan bruto (gross merchandise value/GMV) Grab naik 26 persen secara tahunan menjadi US$5,1 miliar (sekitar Rp79,9 triliun).
Layanan pengantaran barang serta makanan (deliveries) perusahaan diklaim telah menyentuh titik impas atau break-even point (BEP) per kuartal III/2022. Grab Holdings Ltd secara keseluruhan menargetkan bisa mencapai titik impas berdasarkan EBITDA di semester II/2024.
source : https://id.techinasia.com/grab-berhemat-tunda-rekrutmen-kenaikan-gaji